setiap perjalanan punya banyak pelajaran.dan destinasi yang kita tuju adalah harapan.
Rabu, 02 Januari 2013
Telusur Pantai Gunung Kidul
Dewasa ini pantai Gunung Kidul, Yogyakarta cukup ramai dibicarakan.
ya karena pesonanya yang menawan. biru lautnya yang bikin nyaman.
dan tidak sedikit yang masih terbilang baru.
beberapa pantai masih belum terkenal. bahkan tidak ada di "palang" petunjuk.
maka jika hendak menuju pantai yang tergolong "perawan" anda harus detail mencari petunjuk. mungkin kini bisa sedikit terbantu dengan adanya GPS atau alat bantu sejenisnya.
Gunung kidul merupakan salah satu kabupaten di DI.Yogyakarta. akses jalan menuju gunng kidul terbilang susah-susah gampang. berada di selatan propinsi Yogyakarta. kontur jalan yang berliku. naik turun. ke-hatihatian sangat diperlukan. dari kota Yogyakarta diperlukan waktu kurang lebih 2-3 jam. tergantung kedalaman(pelosok/nggaknya) si pantai tersebut. setiap pantai mempunyai khas tersendiri. dari bebatuannya ataupun sudut pandang. bagi penikmat senja atau anda yang setia menanti metamorfosis terbit atau tenggelamnya matahari, harus pintar-pintar emncari spot yang tepat. karena tidak semua pantai dapat dengan "tepat" mendapat pemandangan sunrise atau sunset yang indah.
kenapa begitu???...karena beberapa pantai ada yang berbatasan dengan tebing tinggi di barat ataupun timur pantai, yang kadang sedikit menghalangi syahdunya metamorfosis sunrise atau sunset :)
Harga makanan diwarung sekitaran pantai juga cukup manusiawi. Maksudnya tidak mentang-mentang ditempat wisata lalu dimahalin. Mie instan cup kisaran 6.000 rupiah. Kelapa muda utuh 7.000 rupiah. #FYI aja.heee
*persiapkan fisik,mental nyasar,mental berkendara, mental jalan dlm kesepian jalan.
Perhatikan bahan bakar. usahakan bensin full tank saat mulai perjalanan. jika akan mengunjungi 1-2 pantai, cukuplah 2 liter. namun jika akan mengelilingi pantai, persiapkan saja persediaan bensin.
*Jangan lupa bawa perbekalan logistik; baik itu air minum ataupun cemilan.
dan sepertinya...catatan penelusuran pantai gunung kidul akan saya ulas satu persatu :)
wandey trip to Dieng
25 Juni 2012
Trip kali ini bersama teman-teman kampus. Ada mba’siska,mba’irma,mer,yani,dan saya nurul.
Kok ada yang dipanggil mba’?iya...secara umur diatasku.lebih nyaman manggilnya pake “mba”.
*personel wandey trip to dieng*
Tujuan utama yaitu Dieng Plateau. Terletak di wonosobo. Berbekal info seadanya tentang transportasi, biaya, lokasi yang dituju ataupun estimasi biaya. Dari info yang kami dapat, lama perjalanan sekitar 3-4 jam. Sehingga kami putuskan untuk berangkat pagi.
Senin, pukul 07.00 ...meeting point di Terminal Jombor. Senang mereka datang tepat waktu. Gak molor.
Di terminal, saat itu masih terbilang belum terlalu padat. Maklum Jombor memang bukan terminal utama di Yogya. Terminal Jombor biasa dimanfaatkan bagi penumpang ke arah Jawa Tengah; Magelang, Semarang, dan sekitarnya.
Satu per satu motor kami merapat, kemudian mencari tempat parkir. Setelah parkir aman. Kami langsung mencari bus sesuai petunjuk. Awalnya kami ditunjukkan bus patas, ooow tapi bukan bus itu yang kami tuju. Melainkan bus biasa aja.
Dengan berlari kecil, kami menuju bus. Tidak lupa tanya tujuan tentunya.
Sekitar pukul 7.30 bus bergerak. Melaju. Melintasi jalan Magelang. Mengejar satu-per-satu kendaraan lain. Melewati lampu lalulintas dengan cepatnya. Biaya bus Rp 8.000/orang.
Perjalanan lancar. Pukul 8.21 kami tiba di terminal Magelang. Dan melanjutkan perjalanan menuju kota Wonosobo, menggunakan minibus. Seperti di terminal pada umumnya, ini harus diperhatikan...saat turun dari bus, waspadalah dengan barang bawaan anda! Di bawah sudah banyak kenek bus lain yang menyambut dengan teriakan-teriakan kota tujuan akhir bus. Wonosobo-parakan-dll. Bus slanjutnya yang kami cari ialah bus tujuan Wonosobo. Huph!!!...dapatlah bus yang kami cari. Dengan aga’ ragu-ragu kami naik. Yang membuat kami ragu ialah mba’irma yang notabene pernah melakukan perjalanan ke arah Temanggung, merasa bukan bus itu yang seharusnya kami tumpangi. Namun setelah wawancara singkat ke orang sebelah, dinyatakan benar ini bus tujuan kami, namuuun bus itu hanya sampai Parakan, setengah perjalanan menuju Terminal Wonosobo. Hmmm...baiklah.
Jadi, seharusnya dari terminal Magelang itu cukup naik minibus SATU kali, tapi kali ini kami harus DUA kali;turun di Parakan kemudian lanjut ke Wonosobo.
Alhamdulillah aku menikmati setiap perjalanan. Sebelahku seorang siswa sekolah, ketika kutanya, ia menjawab tidak tahu. Hmmmm...pie tho mba’? akhirnya berdiskusi dengan mba’irma, coba tanya ke penumpang lain “sebenernya ini bus tujuan mana?”. Hahaaay perjalanan yang penuh tantangan, tantangan wawancara, tantangan untuk percaya, tantangan menahan lelah, dan tantangan lainnya. Di bangku seberang Yani yang mulai aga’ pusing-pusing, secara Ia belum sarapan #penthung!.
Dibangku belakangnya ada Mer yang menutup hidungnya dengan tissue, sudah tampak bosan sepertinya. Eheee...maaf ya Mer,perjalanannya emang mesti kaya’ gini. Mer duduk di sebelah mba’Siska yang mungkin sudah merasa lelah. Dari raut wajahnya tampak pasrah. Baiklah temaaanszsz....semmangaaaath!
Bus lumayan penuh. Beberapa orang yang kami tanya tidak mengurangi keraguan kami. Fiuh..hanya busa berdoa, semoga diberikan kebenaran akan yang kita pilih. Dan akhirnya kami putuskan coba tanya ke kenak, yang sedari tadi ngotot banget bahwa ini bus menuju Wonosobo. Daaan..jreng jreeeeng... si kenek menjawab aga’ berteriak “emang mba’nya mau kemana? || wonosobo mas || ya ntar turun Parakan. Lanjut bus lainnya” #tuuuhkaaaan bener kaaaan....
Sampai di terminal, kami turun, langsung dilanjutkan dengan bus berikutnya menuju Kota Wonosobo.
Ukuran bus kecil..minibus gitu lah. Bus masih kosong. Kami duduk berpencar. Aga’ ditengah. Kemudian pak sopir bertanya “turun mana mba’? || Wonosobo pak || duduk belakang aja gak papa mba’...masih jauh banget||” .tetooooot.....mendengar pernyataan itu sempet drop..perjalanan masih jauh.fiuuuh....
akhirnya kami duduk memenuhi kursi belakang. Bus itu dipenuhi oleh penumpang yang rata-rata ibu-ibu menjelang tua dengan bawaan yang super banyak, berkarung-karung. Nikmatilah ^_^
Karena tenaga sudah terkuras sekian persen, kita gunakan kesempatan yang langka ini untuk istirahat alias merem alias tidur. Penumpang silih berganti.naik-turun. Dari pemuda hingga petua. Dari yang jarak pendek, hingga jarak jauh.
Ada hal yang tak busa dilupakan suatu kejadian di atas bus itu. Saat kondisi bus ramai padat oleh penumpang, ada seorang pemuda mengenakan t-shirt biru muda yang dipadankan celana jeans biru tua lengkap dengan ransel yang tidak terlalu berat, jam tangan trendi dan sepatu pantople-nya plus kupluk khas dikepalanya. Terlihat parlente memang. Awalnya ia berdiri didekatku. Kemudian berpindah di bangku paling belakang saat penumpang sebelumnya turun ditujuan. Pemuda itu duduk di sebelah kanan Mer. Dengan posisi duduk yang agak kikuk ia mencoba mencari celah untuk busa mengambil peluang untuk melakukan pekerjaannya. Apa itu???...coba tebak!!!
Tak lama kemudian, dan masih dikondisi bus yang penuh sesak itu tibalah di terminal Wonosobo, saatnya kami turun. Kami tak sempat bersiap. Tau-tau udah diteriakkin “mba’e pojo’an mudhun kene mba’...” (mba-nya yang dipojokan, turun sini mba). Kami turun. Menyesak-menyeruduk-menyusup satu-per-satu penumpang agar busa lolos dari kerumunan di bus itu. Dan eeeeitz...ransel milik mba’Siska terogoh oleh tangan pemuda itu..oh no...ia lah seorang coppeeeeet sejati. Untung saja tak ada barang berharga dikantong ransel bagian depan yang berhasil dirogoh pencopet itu. Alhamdulillah..gak ada barang yang hilang.
Shock???tentu saja masih shock. Sementara personel lain asik bercerita tentang si copet itu dan berusaha menenangkan diri dari shock terapi, dan yang lain berusaha mencari jalan-transportasi sambungan untuk mencapai dieng. Kalo dari petunjuk yang kami peroleh, dari terminal ini naik angkot kecil, bilang aja mau ke wisata dieng. Ntar dikasih petunjuk sama petugas sana. Alhamdulillah masih ada orang baik. Si bapak memberhentikan sebuah angkot dan sedikit bicara dengan sopirnya, sepertinya bilang kalo ada kami, panumpang cewe’cewe’ ini yang mau ke dieng, mohon dihantarkan ke tujuan. Ongkos angkot Rp. 2000,- per orang. Tidak lamu perjalanan di angkot, sekitar 15 menit saja. Sudah diturunkan di terminal (apa y namanya...lupa...bahkan gak ada namanya...heee). dan....fiuuuuh....masih ada armada yang mesti kita tunggang lagi. Dan ini yang terakhir. Syukurlah...
Sedikit saya wawancara dengan bapak kenek. Hingga berujung tawarannya untuk nge-guide kita. Hmmm kulemparkan jawaban ke teman-teman...setelah pertimbangan pwanjaaaang akhirnya kita putuskan untuk menerima tawarannya. Di-guide-in + masuk obyek wisata bisa nego + dianter pulang sampe terminal wonosobo. Eheee...itulah hasil nego kami. Tawar-menawar harga dan diputuskan 200.000 bersih .
**********
Setelah melewati jalan yang berkelok, naik turun,...akhirnya sampai juga kami ditujuan.
Dan ya’....waktu menunjukkan pukul 12.30an..itu artinya kami telah menempuh waktu 5 jam dari Jogja. Wuooooow... sampai di lokasi, kami istirahat sejenak dan sholat. Kemudian langsung ke Telaga Warna.
*telaga warna*
Hawa dinginnya memaksa masuk pori pori kulit. Aroma belerang juga tak kalah menusuk penciuman. Namun semangat kami mengalahkan semua nya.
Setelah berkeliling telaga warna dan telaga Pengilon.Kami lanjutkan ke kawah sikidang. Kawah belerang yang baunya kagak nahaaaan. ...turun dari minibus yang kami tumpangi banyak pedagang menjajakan masker.
*kawah sikidang*
Hawanya masih dingin. Namun lebih terasa hangat karena kita mendekati uap panas dari belerang. Sejanak kami di sana. Kemudian dilanjutkan untuk santai sekedar membeli oleh-oleh. Yang khas dari Wonosobo ialah rica-rica, sayur-mayur yang terbilang unik misalnya baby potato dan terdapat cabe dengan ukuran besar.
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 4 sore. Dikarenakan terbatasnya armada menuju terminal wonosobo, dengan (agak) berat hati kami putuskan untuk beranjak pulang.
Minibus melaju dengan gayanya. Menuju terminal. Namun sayang, seperti yang kami khawatirkan, armada sudah kembali ke peraduaannya masing-masing. Harap-harap cemas. Bagaimana tidak, apa yang terjadi kalau kita kehabisan transport?!..nginep?! sepertinya bukan pilihan tepat. Karena salah satu dari kami ada yang sudah bersuami [terus kenapa?!heee]
Akhirnya, bapak sopir baik hati itu dengan rela mengantarkan kita menuju Kota Wonosobo. Memudahkan kita tuk bertemu bis dari arah Semarang yang menuju Yogyakarta. Alhamdulillah..masih kebagian bis. Walau cukup berdesakan, secara itu bis terakhir. Tak masalah. Yang penting ke angkut :)
*
saran: kalo mau ke Dieng, lebih asyik pake kendaraan pribadi.tujuan wisatanya banyak,jd asyik kalo dr satu tempat ke tempat lain.
bawa baju hangat.
kalo trip sehari, jangan lupa atur waktu seefisien mungkin.karna transportasi-nya terbatas.
*next...aku critain trip dieng pake nginep :)
Langganan:
Postingan (Atom)

