photos by: Yunan
setiap perjalanan punya banyak pelajaran.dan destinasi yang kita tuju adalah harapan.
Selasa, 12 Juni 2012
bermesra ria bersama Kali Suci dan Indrayanti
Sabtu, 9 Juni 2012 pukul 05.00
Awan sudah mulai terang. Walau gradasi warna gelap memenuhi. Semangat membuka mata semakin menjadi. Terlebih saat kulihat layar nokia tanpa ada notification sms atau apalah...
Tapi jemari ini dengan riangnya mengetik mesej yang kukirim kepada pasukan renjer dari bandung. Sahabat-sahabatku.sahabat tanpa batas.sahabat menggila.sahabat yang berbobot :) (hallah...poko’e spesies spesies ini bisa membuat hari-hari menjadi bahagia sentosa nan sejahtera).
Pukul 05.00 tak biasanya jemari ini berjibaku didapurku istanaku. Entah kekuatan dari mana, bangun tidur dengan semangatnya aku bisa menggerakkan syaraf motorik memerintah membentuk suatu aktivitas yang disebut memasak. Itu karena kalian..sahabat-sahabat!!!
Menu pagi itu adalah capcay, bihun goreng, tempe goreng dan ayam fillet. Semalam, sambil nongton operavanjava aku prepare semua bahannya. Sudah dikupas dan dipotong. Kemudian masuk kulkas. Paginya tinggal sreng-sreng..
Sambil sms-an sama itu pasukan.sambil memasak. Hmmm...aku takut masakanku kurang enyak buat kalian. But, wotefer lah...ini cara-ku...cara-ku yang spesial memanjakan kalian. Aku pengen hasil karyaku kalian nikmati. Merasuk dalam tubuh kalian. (yuuukmasakyuuuk)..
(proses memasak di skip ya!!!)
*pukul 5.50... pemberitahuan dari “adik kiting” dan “moetchoe” kalo prameks telah membawa kalian menuju Jogja. Perkiraanku, satu jam mendatang kalian sampai. Aku perhitungkan pukul 6.30 aku berangkat menuju stasiun. Menjemput. Dan masakan semua sudah matang. Tapi eh tapi..diluar perhitungan...mungkin prameks-nya pun dengan semangat melaju di atas rel. Pukul 6.25 (kalo gak salah) udah di sms bentar lagi masuk Jogja. Nahloh...
Mereka naik prameks karena dapet tiketnya kereta Kutojaya. Kereta dari Bandung ke Kutoarjo.
Yaudin deh...dirampungkan sahaja...toh ada personel lain yang sudah stand by disana.heheheu....
Dan selepas memastikan semua masakan siap. Serta dandan ala kadarnya. Aku melaju naik my Bebee (beat beeru-ku) menuju stasiun tugu.
Yupz..seperti yang kuduga...mereka sedang asoy geboy putu-putu didepan stasiun. Maklum :)
Salam hangat terdahsyat buat kalian...bahagiaku.syukurku bisa ketemu kalian lagi.
Andong cantik mengangkut 6 pasukan heboh dari Bandung. Sedangkan aku langsung pulang ke rumah, finishing masakan. Nyiapin minum hangat, untuk menghangatkan kebersamaan kita.
Teh hangat sudah siap. Cemilan pembuka sudah oke. Nyapu-nyapu sudah ku-ulang. Tapi kenapa andong cantik itu tidak muncul juga mengantarkan kalian?...hmmmm....(usep-usep-dagu)
Menunggu dengan sabar campur gundah.sembari menongton acara televisi, kebetulan acara memasak bersama chef bara. Beberapa menit kemudian..krucuk-krucuk-krucuk...(heee kaya’ suara apa aja)...
Satu-satu muncul wajah kalian. Udah mirip andong aja #eeh..
*** duduk bersama diatas karpet biru. Meneguk hangatnya teh manis. Bercerita penggalan-penggalan kisah selama di kereta. Sepenggal cerita jenaka...kisah yang membuat Kang Andi mendadak berubah status menjadi “AYAH!” (wuooow)..
Menurut sumber terpercaya, ceritanya begini: pasukan itu kan duduknya terpisah. Kebetulan Teza, yang punya wajah paling unyu duduk terpisah jauh...saat pemeriksaan tiket...si bapak petugas berada di depan Teza...seraya berkata “tiketnya udah sama Ayah-nya”...(kuranglebihbahasanyagitudeh)..sejak saat itu kang andi menjadi ayah..#semogalekas!!!
Cerita-demi-cerita dengan ringannya keluar dari mulut manis mereka satu-per-satu. Sampai lupa bahwa kita punya tujuan inti. Tentu saja rasa enggan beranjak dari perkumpulan yang hampir menyerupai ibu-ibu arisan.
Dan akhirnya agenda diawali dengan sarapan. Jreng jreeeeeeng.....serasa designer yang mau mementaskan busana rancangannya di atas cat-walk...kali ini aku.masakan-ku akan berlenggak-lenggok dimulut manis mereka. Entah gimana rasanya...yang penting ini cara-ku yang spesial memanjakan kalian. Aku pengen hasil karyaku kalian nikmati. Merasuk dalam tubuh kalian.
Semua aman...
Selesai makan.mandi bergantian.bersiap...(proses skip)
Mobil siap. Jiwa raga pun siap. Dengan Menyebut Asma Allah...Kami siap memuali pertempuran ini #hayyaaaaa
Ngeeeeeeeeeeeeeeeng........ sampai di lokasi body rafting...Kali Suci pukul 12.30.
Lokasi tidak terlalu rumit. Yaa walau masuk ke pelosok-pelosok tapi papan petunjuk cukup membantu...
Di awali dengan sholat zuhur.
Mengenakan atribut pengaman seperti jaket pelampung. Helm. Dan....apa deh ya namanya itu..pengaman yang dikaki (gak tau namanya)...
Kami siap mengarungi sungai bawah tanah. Sungai dalam goa. Sungai berbatu. yang mempunyai ke-asyik-an tersendiri. Dari rumah pengelola, kita perlu jalan kaki untuk menuju sungai. Jalan menurun yang curam membuat kami makin semangat. Petualangan sesungguhnya dimulai saat aliran sungai memasuki relung gua yang gulita. Seperti bias....eksis dulu brooooo
Caaasssssh....satu ban mulai di”cemplungin”...dibasahin...yupz...petualangan dimulai
Airnya yang biru kehijauan terlihat kontras dengan warna coklat tanah, tebing karst, serta daun-daun yang meranggas sehingga menciptakan harmoni lukisan alam yang mempesona. Setelah semua duduk di atas ban pelampung, pengarungan sungai pun dimulai. Ban mulai bergerak seirama aliran air. Saat tiba di arus tenang maka tangan harus difungsikan sebagai kayuh supaya terus melaju, sedangkan saat memasuki jeram ban akan melaju dengan cepat serta berputar-putar mengikuti arus. Di beberapa titik yang penuh dengan bebatuan maupun jeram yang ekstrim dan sulit dilewati,
Sinar mentari perlahan menghilang. Dengan bertautan kaki satu sama lain. Beriringan kami menyusuri arus sungai. Penerangan bersumber dari headlamp pemandu. Penerangan sesungguhnya tentunya dari hati kita masing-masing. Kebersamaan. Tinggalkan ke-ego-isan. Semua di sini dalam kegelapan. Menuju cahaya. Menuju terang.
Saat arus tenang, dengan tenaga yang ada kayuhkan tangan. Saat arus deras, saatnya memacu adrenalin. Caaash....pyuuuurrrr....
Tetesan dari bebatuan sesekali turun_jatuh dimuka. Menurutku itu keren. Serasa dihujani air surgawi. Air murni. Dari batu alami. Beberapa kelelawar tampak bergelantungan_berterbangan. Maaf kami mengganggu istirahat kalian. Kami hanya ingin menikmati alamNya yang LUAR BIASA INDAH. Wisata petualangan ini adalah pertama kalinya di Indonesia dan ketiga di dunia
Alamnya sungguh bersahabat. Menyatu dengan kulit. Serasa tak mau lepas. Tak mau terpisahkan. Enggan untuk menyelesaikan pengarungan ini. Sungguh!!!
Sekitar 2 jam-an pengarungan kami lalui. Beberapa arus deras kita ulangi berkali-kali. “nagih” rupanya. Semacam candu.
Hingga di suatu titik..dimana sang pemandu menahan kami...dan berkata “yupz...berhenti disini”...ooooooh noooooo itu katakata yang sungguh tak ingin kami dengar :(
Dengan sabar pemandu yang terdiri dari 3 orang menunggu kami yang masih enggan naik ke daratan.
Hmmmm....dengan ucap syukur Alhamdulillah...kami cukupkan pengarungan.
Naik tebing dengan medan yang berat. Istirahat sejenak menunggu mobil pick-up yang menjemput.
Sampai di rumah pengelola..(sekitar)pukul 15.00... sajian teh hangat dan semangkok bakso dihidangkan. Tak cukup disitu, cerita demi cerita selalu menggema. Pengalaman tak terlupakan. Wajib hukumnya nyoba lagi. Selepas makan,ngeteh,mandi,dan sholat...kami melanjutkan petualangan menuju pantai Indrayanti.
17.00 tiba di pantai Indrayanti.
Pantai berpasir putih lembut. Aku membayangkan merica saat menyentuhnya. Tidak hanya pasir putih yang lembut saja, tebing, paduan gradasi warna langit menjelang senja, ombak yang tenang, per-sahabat-an, kedamaian hati begitu terasa.
Tak terasa pancaran cahaya mentari menghilang. Gelap. Berganti dengan hiasan bintang. Berkelip. Seolah menggoda jiwa untuk menetap ditempat. Menatap atap langit. Menggapit rasa syukur atas ciptaanNya yang LUAR BIASA. Ini baru secuil dari remah-remah keindahan lukisanNya. Remah keindahan yang diciptakan untuk Manusia. Kita cukup mengucap syukur...dapat merasakannya. Nikmatnya sebuah perjalanan...
bersama kalian..sahabatku..kang andi, mas yunan, mba ida, mucu', dhe'bro rian, teza, eka..terima kasih untuk jiwa jiwa yang menyatu :)
perjalanan yang tak biasa
selalu ada tawa dalam canda
selalu ada rasa dalam suka
bersama
*dan senandung dari winamp...
It don't have a job, don't pay your bills
Won't buy you a home in Beverly Hills
Won't fix your life in five easy steps
Ain't the law of the land or the government
BUT IT'S ALL YOU NEED
Love will hold us together
Make us a shelter to weather the storm
And I'll be my brother's keeper
So the whole world will know that we're not alone
photos by: Yunan
photos by: Yunan
Rabu, 06 Juni 2012
Mandadak Bandung
17 Mei 2012
kereta kahuripan mengantarkan pada sebuah sejarah perjalananku menuju Bandung.
flashback
rencananya long weekend itu aku gunakan untuk jalan sehat menanjak Gunung Gede Pangrango.
izin orang tua sudah dikantong.perlengkapan macam keril, sleeping bag, matras sudah ready diangkut.tapi rencana yang sudah ditata rapi itu harus dibatalkan karena eh karena hari senin-nya aku ada ujian.hmmmm...baiklah...belum jodoh juga untuk mendaki kala itu
di awal pekan itu,tersiar kabar sahabatku sakit di bandung.selama ini baru memantau via komunikasi jarak jauh aja siy.hingga akhirnya ia tergeletak di Rumah Sakit diBandung.RS.Boromeus disekitaran Dago
alih-alih pelarian gagal muncak,dan memanfaatkan keril yang ada.dan ini yang utama, rasa empati ke sahabat,,,akhirnya kuputuskan untuk menjenguknya.
bersama sahabat dari Jogja.yeah sebut saja mas Yunan
berbekal nekad,padahal belom punya tiket.
dari kereta ekonomi, bis, travel,ekonomi lagi,bisnis, semuanya udah dicoba..dan hasilnya nihil
alhasil,,,cuma bisa pasrah.dan pasrah itu jatih pada tangan calo.
RIGHT..akhirnya kita beli di calo
dua tiket ekonomi ditangan.dengan harga 70.000 dari hari harga normal 35000
sabodo teuing lah ^_^
pukul 19.00 kita sudah bersiap di stasiun lempuyangan
menunggu kotak baja itu menghampiri.yang ditunggu akhirnya datang.keril dengan isi yang tak penuh menjadi bahan tawa temen seperjalanan.
EMANG GUE PIKIRIN...heheeeee....
diperjalanan...banyak cerita yang terbagi.banyak kisah yang tertuang.
seorang bapak tua walo tidak renta duduk sendiri dikursi yang berkapasitas dua orang itu.pertanyaan pertama yang sebagai pembuka terlontar "turun mana pak?". "bandung" si bapak menjawab. "naik dari....." pertanyaan kedua. "dari kediri.stasiun pertama sampe stasiun terakhir". yeah..sepanjang perjalanan kereta bapak itu setia hingga tujuan.
Langganan:
Postingan (Atom)